Knowledge

Introduction to the inclusion world of gemstones

banding and dendrtic inclusion in natural chalcedony.jpg

Inklusi dalam batu mulia mungkin dipandang sebelah mata, bahkan cenderung ‘dibenci’ para pecinta batu mulia karena dapat mengganggu tingkat kejernihan sehingga dapat menurunkan harga jual batu mulia tersebut. Nyatanya, inklusi merupakan hal yang sangat fundamental bagi akademisi maupun praktisi batu mulia. Artikel ini berfokus pada apa itu inklusi, bagaimana inklusi terbentuk, dan mengapa inklusi merupakan suatu hal yang fundamental bagi kita, para pecinta batu mulia.

Read More View PDF

ADVANCED GEMOLOGICAL EQUIPMENT SPESIFICALLY DESIGNED FOR GEMOLOGIST

2. The most advanced Gemological equipment which spesifically designed for Gemologist(2).jpg

ADVANCED GEMOLOGICAL EQUIPMENT SPESIFICALLY DESIGNED FOR GEMOLOGIST

Read More View PDF

LATEST FINDINGS: “MACAN PUTIH” MINERAL REPORTED FROM SULAWESI, INDONESIA.

latest-findings-grireport1 (1)-2.jpg

LATEST FINDINGS: “MACAN PUTIH” MINERAL REPORTED FROM SULAWESI, INDONESIA.

Read More View PDF

Chrysocolla in Chalcedony atau Chrome Chalcedony?

st.jpg

Chrysocolla in Chalcedony atau Chrome Chalcedony?

     Dua bulan terakhir ini, kami melakukan suatu riset yang khusus ditujukan untuk mencari tahu salah satu mineral dimana tampilan luarnya sangat mirip dengan Chrysocolla in Chalcedony atau yang banyak di sebut Bacan oleh masyarakat. Batu ini memiliki kandungan warna biru yang cukup kuat layaknya Chrysocolla in Chalcedony, namun jka diteliti lebih lanjut, ternyata terdapat juga tanda-tanda batu ini memiliki unsur Chromium didalamnya. Baik Chrysocolla in chalcedony maupun Chrome Chalcedony memang sejatinya memiliki properties yang sama, keduanya memiliki Refractive Index (RI) di 1.54-1.55, AGG Optic Character, Spesific Gravity 2.50-2.60, Hardness 6.5-7. ......

   

Read More

Meteor, Meteorite, dan Tektite.

Meteor, Meteorite, dan Tektite.png

Meteor, Meteorite dan Tektite

Meteor adalah Asteroid kecil dari luar angkasa yg tertarik oleh gravitasi bumi, ketika memasuki atmosfer terjadilah gesekan di udara pada lapisan ionosfer yang menyebabkan Meteor menjadi panas dan terbakar menimbulkan cahaya terang yang sering kita sebut juga dengan bintang jatuh. Materi Meteor tidak lebih istimewa dibanding batuan atau logam dibumi, para ahli menjelaskan bahwa ada 3 jenis Meteor, yaitu yg mengandung logam, batuan, dan campuran keduanya. Untuk jenis logam biasanya mengandung ferum dan nikel, sedangkan yang batuan dapat mengandung kalsium dan magnesium.

Meteorite adalah batu meteor yg berhasil mencapai permukaan bumi, sebuah benturan keras meteorite ketika mendarat di bumi dapat menghasilkan suhu yg sangat panas sehingga dapat melelehkan material yg berada di permukaan bumi dan juga benturan yg keras dapat melontarkannya hingga ribuan kilometer dari lokasi awal benturan tersebut.

Tektite adalah istilah umum yg digunakan untuk merujuk kepada batu kaca alami yg terdiri dari Silika di permukaan bumi yg terbentuk oleh dampak dari sebuah benturan keras Meteorite. Silika yg meleleh dan terlempar karena benturan keras lalu mendingin kembali mengkristal sehingga terbentuknya kristal kristal Tektite.

Nama Tektite berasal dari bahasa yunani yaitu “Tektos”yg berarti “meleleh”. Catatan pertama akan tektite diketahui pada zaman dinasti Tang 900 SM. Pada tahun 1950an -60an ilmuwan masih beranggapan bahwa Tektite adalah batuan yg berasal dari luar bumi, banyak dari mereka beranggapan bahwa asal muasal Tektite adalah dari bulan, namun teori ini telah digugurkan oleh para ilmuwan ilmuwan terbaru.

Jesse Taslim G.G (GRI-Lab)

 

 

Read More

Red Beryl (Bixbite)

1.jpg

Red Beryl (Bixbite)

Seluruh anggota dari keluarga Beryl memiliki komposisi kimia beryllium aluminium cyclosilicate, Beryl murni adalah colorless (tidak berwarna) yang dikenal dgn nama Goshenite, namun adanya unsur lain yg bercampur ketika proses lahirnya sebuah Beryl itu yg kemudian membuatnya memiliki warna lain. Seperti contohnya chromium dan vanadium untuk Emerald, iron untuk Aquamarine dan Golden Beryl, dan manganese untuk Morganite dan Red Beryl. Emerald adalah spesies yang paling terkenal di dalam keluarga Beryl, diikuti oleh Aquamarine, Morganite, dan Golden Beryl. Tapi Emerald bukanlah yg terlangka, label ini dimiliki oleh Red Beryl yg dikenal juga dengan nama Bixbite. Maynard Bixbi (1853-1935) di tahun 1904 ketika sedang melakukan penambangan di pegunungan Thomas barat dari Utah telah menemukan sebuah kristal yg memiliki warna berbeda dari kristal kristal sebelumnya. Saat itu merupakan hal yg lumrah bagi masyarakat disekitar tambang akan kristal Beryl yg berwarna hijau adalah Emerald dan warna biru adalah Aquamarine dll. Maynard Bixbi, walaupun dia cukup yakin bahwa kristal tsb juga dari keluarga Beryl dengan melihat struktur kristalnya yang tidak berbeda dgn Beryl, namun warna tsb merupakan yg pertama kalinya ditemukan. Akhirnya beliau mengirimkan beberapa sample kepada Profesor W.F Hillebrand seorang ahli geokimia unuk dianalisa lebih lanjut di universitas nasional di Washingtondan mengidentifikasikan bahwa ini adalah spesies baru dari keluarga Beryl. Akhirnya di tahun 1912 sebagai sebuah kehormatan bagi penemunya Dr A. Eppler menamakannya dengan Bixbite. Spesies ini memiliki beberapa nama yg berbeda; Red Beryl, Red Emerald, dan Bixbite. Saat ini nama Bixbite cukup beresiko untuk digunakan menurut konfederasi perhiasan dunia dikarenakan Waynard Bixbi juga menemukan sebuah spesies yg diberi nama BixByte (bukan Bixbite) sebuah mineral yg memiliki komposisi kimia manganese iron oxide (Mn,Fe)2O3 dan dilabelkan nama tsb juga sebagai kehormatan untuk penemunya. Hari ini Red Beryl lebih sering digunakan untuk spesies ini, walaupun sampai saat ini tidak pernah terjadi pelarangan untuk menyebutnya dgn nama nama sebelumnya. Red Beryl merupakan salah satu spesies langka, sampai saat ini hanya terdapat di 3 tempat yaitu di; pegunungan Wah Wah selatan Utah, pegunungan Thomas di barat Utah dan di daerah Black Range New Mexico dan merupakan salah satu spesies langka dari batu permata dunia.

 

Jesse Taslim G.G (GRI-Lab)

 

Read More

Natural Tiger's Glass (Basaltic Glass)

7. Tiger’s Glass Raman (GTL Jaipur).jpg

TEKA TEKI BATU ‘BULU MACAN’ dan ‘BULU MONYET’

Beberapa tahun yang lalu, pasar batu mulia Indonesia cukup dikagetkan dengan adanya penemuan sebuah batu permata yang terlihat cukup unik dan memiliki fenomena berupa inklusi di permukaannya yang terlihat ‘bergerak-gerak’ ketika adanya sorotan cahaya. Opini pun berkembang luas tentang jenis batu tersebut yang sebenarnya. Ada dua warna, pertama berwarna hitam dengan kilatan emas keabu-abuan dan yang satunya berwarna hijau dengan kilatan putih. Yang berwarna hitam adalah ‘Bulu Macan’ dan yang berwarna hijau adalah ‘Bulu Monyet’.

Masih teringat ketika pertama kalinya Kami menerima sample ‘Bulu Macan’ untuk diteliti, kami pun cukup kesulitan dalam mencari referensi yang memadai dari sumber-sumber yang dapat di percaya, namun pada akhirnya setelah kami rasa referensi yang didapatkan sudah cukup, maka kami pun memberikan hasil untuk batu tersebut adalah Pietersite Quartz. Lain halnya dengan batu yang warna hijau, ‘Bulu Monyet’ tadi yang meskipun menyita waktu untuk diteliti namun pada akhirnya cukup memuaskan, karena kami berhasil menemukan kriteria identik yang merujuk terhadap batu dengan jenis Seraphinite.

Sebagian para penggemar Batu Mulia di Indonesia mengira bahwa keduanya adalah batuan yg sama, namun setelah melakukan penelitian demi penelitian, maka Kami menyimpulkan bahwa keduanya adalah batuan yang berbeda. Meskipun merupakan hal yang wajar jika ada yang mengira bahwa ‘Bulu Macan’ dan ‘Bulu Monyet adalah jenis batuan yang sama dikarenakan memang adanya ‘kemiripan’ karakter satu sama lainnya. Ada dua komponen utama yang meyakinkan kami bahwa keduanya adalah batu yang berbeda; Pertama, struktur bahan (rough) serta inklusi keduanya berbeda jauh, dan yang kedua, adalah ‘hardness’ atau ‘kekerasan’, secara mengejutkan, ‘Bulu monyet’ atau Seraphinite memiliki hardness yang cukup rendah jika dibandingkan dengan ‘Bulu macan’, yang pada awalnya kami sebut Pietersite Quartz tersebut. Kami tidak berhenti dalam menggali informasi mengenai kedua jenis batuan tersebut, terutama ‘Bulu Macan’. Kami pun melakukan inisiatif untuk menghubungi GIT Thailand dan menjelaskan kepada mereka mengenai hal ini. Pada akhirnya mereka tertarik dan meminta kami mengirimkan kedua sample batu tersebut. Sekitar satu minggu setelah sampai ditangan mereka, mereka pun menginformasikan kepada kami bahwa hasil mereka untuk ‘bulu monyet’ sama dengan kita yaitu Seraphinite. Namun tidak untuk ‘bulu macan’, mereka meminta waktu yang lebih panjang untuk jenis yang satu ini. Kami pun memberikan izin dengan harapan mereka dapat membantu kami, serta memberikan hasil penemuannya. Dua minggu pun berlalu ketika mereka akhirnya kembali menghubungi kami dan mereka menyatakan belum dapat menemukan hasil yang cocok untuk batuan jenis apapun dan karena itu mereka tidak dapat memberikan opini maupun jawaban, ini hal yang wajar dikarenakan dunia Batu Mulia itu memang cukup luas dan masih terus berkembang, akhirnya Kami pun semakin penasaran dan bertekad untuk menemukan hasil yang tepat untuk ‘bulu macan’ ini. Setelah itu, kami- Adam Harits G.G, Jesse Taslim G.G, Mingma Sherpa G.G., D.G.I., Louis Nova G.G, serta Warren Serrie G.G sebagai gemologist yang mewakili GRI Lab kembali melakukan riset secara intensif dengan penuh determinasi tinggi agar publik mendapatkan informasi serta pengetahuan yang akurat akan batu ‘bulu macan’ ini. Penelitian kami dikagetkan ketika kami menemukan salah satu ciri dari Natural Glass didalam Bulu Macan ini. Kami sendiri masih sulit untuk mempercayai penemuan terbaru yang kami lakukan. Dari banyaknya referensi yang kami pelajari, ternyata ciri-ciri dari Natural Glass yang lebih spesifik lagi adalah Basaltic Glass bisa dikatakan identik dengan batu ‘Bulu Macan’ yang sedang kami teliti ini, mulai dari Refractive Indexnya, Spesific Gravity, serta kandungannya.

Salah satu staff ahli gemologist kami, Mr. Mingma Sherpa, G.G. , D.G.I, menghubungi guru besarnya yang merupakan pimpinan dari Gem Testing Laboratory (GTL) yang tepatnya berada di Jaipur India (anda dapat mencari di google jika ingin tahu lebih lanjut mengenai Laboratory ini) dan membeberkan cerita mengenai hal ini dari awal sampai pada tahap hasil penemuan kita yang terakhir. Beliau pun merasa tertarik untuk meneliti yang pada akhirnya kami pun mengirimkan beberapa buah sample, baik bahannya maupun yang sudah di poles. Beberapa minggu kemudian kami mendapat email dari beliau menjelaskan bahwa beliau sependapat dengan kami bahwa ‘Bulu Macan’ adalah salah satu jenis dari Natural Glass yang lebih tepatnya lagi disebut Basaltic Glass dan merupakan jenis dari Natural Glass yang cukup langka dengan kandungan silika 50%.

Ini lah hasil riset terkini yang kami lakukan, dapat kami pastikan bahwa ‘Bulu Macan’ adalah Basaltic Glass yang pada akhirnya kami sebut sebagai ‘Natural Tiger’s Glass’. Kami memutuskan untuk memberikan nama tersebut dikarenakan kami sangat memperhatikan terhadap kelangsungan batuan asal Indonesia ini khususnya di pasar domestik dan pada umumnya untuk pasar Internasional. Kami khawatir jika hanya memberikan nama sebagai Basaltic Glass saja, penghargaan terhadap kekayaan batu mulia Negara tercinta ini menjadi berkurang. Kami rasa pemberian nama ini cukup tepat dan dapat digunakan oleh semua pihak.

(GRI-LAB)

 

Read More

Origin

niessing-theme-max-04.jpg

Origin dalam dunia batu mulia dapat diartikan sebagai asal muasal dimana tempat batu permata ditemukan. Di Indonesia khususnya, Origin menjadi fenomena tersendiri. Fanatisme Origin memiliki dampak positif namun juga negatif. Dampak positif yang telihat adalah apabila di suatu negara, saya ambil contoh Indonesia misalnya, ditemukan jenis-jenis batuan, maka fanatisme ini dapat berdampak positif terhadap perkembangan potensi batu mulia di Indonesia. dampak negatifnya adalah ketika pecinta batu tidak lagi membeli, menjual ataupun mengoleksi batu permata berdasarkan keindahannya, namun hanya berdasarkan Orignnya. Lantas langkah-langkah apa yang penting dijalani dalam menentukan Origin? apakah Origin merupakan suatu ilmu pasti? Apakah semua jenis batu permata dapat ditentukan Originnya? pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang cukup sering ditanyakan kepada kami, para peneliti dan institusi.

Menentukan asal-usul atau Origin batu permata bukan lah perkara mudah. Dalam tahapannya, penentuan Origin terdiri dari beberapa proses yang pada akhirnya dapat melahirkan suatu kesimpulan.

Pertama, Sample. Tahapan pertama ini sangat penting dan fundamental,  dibutuhkan sample batu langsung dari tambang dan negara yang ingin diteliti. Sample yang didapat pun harus dipastikan memang benar adanya berasal dari tambang tersebut. Cara paling tepat adalah dengan mendatangi lokasi tambang tersebut dan melihat dengan mata kepala sendiri proses pengambilan material dari tambang tersebut.

Kedua, Riset. Tidak serta merta setelah memiliki sample lantas otomatis dapat mengkategorikan asal-usul batu tersebut, justru ini adalah permulaan. sample yang didapat perlu dikaji secara komprehensif, dimulai dari komposisi kimia, karateristik inklusi dan ciri-ciri lainnya sampai dimana kita memiliki argumen dand asar yang jelas dalam menyebut batu permata jenis A berasal dari negara Z.

Ketiga, Perbandingan. Banyak kasus terjadi dimana ciri-ciri antar negara penghasil emmiliki karakter yang mirip dan hampir identik. Disinilah studi komparatif dibutuhkan. Artinya adalah membandingkan sample yang mirip tersebut satu sama lain dan secara komprehensif mencari dimana letak perbedaannya. Dalam dunia Gemologi, peneliti diwajibkan untuk terus mengikuti perkembangan terkini, karena hampir setiap tahunnya ada tambang baru yang ditemukan. 

Ketiga tahapan diatas harus melengkapi satu sama lain. Kita tidak bisa menentukan Origin hanya dari salah satu tahapan. Namun seringkali meski telah melakukan ketiga tahapan utama diatas, penentuan Oirign, boleh dibilang, masih kerap kali keliru. Hal ini bisa terjadi karena tiga tahapan diatas bukan lah ramuan sakti yang dapat memberikan jawaban begitu saja, bahkan, perlu diingat, meskipun ketiga tahapan diatas telah dilalui, penentuan Origin tetaplah suatu Opini yang didasari oleh Riset. Kekeliruan dalam menentukan origin sangat mungkin terjadi, tetapi kekeliruan itu haruslah memiliki dasar.

 

Lalu bagaimana dengan batu-batu jenis lainnya, seperti misalnya Peridot, Topaz, Quartz, Zrcon, Tourmaline, dan lain-lain? Mengacu terhadap standar Universal, batu-batu jenis ini tidak lah menjadi kajian utama dalam penentuan Origin. Hal ini, menurut penulis, disebabkan banyak hal. Satu, karena memang karakter antar negara satu dengan lainnya tidak dapat dibedakan. Dua, harga dari batu-batu tersebut yang tidak sebanding dengan biaya riset yang harus dikeluarkan. Tiga, budaya yang telah berlangsung lama di seluruh dunia, dimana penyebutan Origin hanya lah antar penjual dan pembeli tanpa menuntut lembaga riset batu permata untuk meneliti atau mencari tau Originnya. Bagi penulis sendiri, budaya yang terjadi secara global ini layak untuk di contoh. sadar atau tidak, sejujurnya budaya ini cukup bagus. Bayangkan jika lembaga riset dituntut untuk melakukan hal yang mereka belum mampu, apa yang akan terjadi? Pembodohan publik. Demi memberikan kepuasan kepada pecinta batu dan menghindari kontroversi, lembaga riset memilih untuk asal menulis Origin batuan dengan hanya mengandalkan google. Siapa yang pada akhirnya dirugikan? 

 

 

Adam Harits, G.G

GRI-Lab Gemologist

Read More

NATURAL AMBER

Amber23.JPG

Amber adalah getah pohon yg telah mengeras dalam waktu yg cukup lama, umurnya bisa mencapai 120 juta tahun. dan arkeolog pun sudah menemukan amber dalam bentuk artifak artifak (digunakan manusia) yg berumur 10.000 SM.

Amber terdiri dari carbon, hydrogen, dan oksigen dengan elemen luarnya adalah sulfur. sejarah mengabarkan bahwa dahulu kala manusia suka membakar amber karena dapat mengeluarkan bau harum ketika dibakar. orang jerman pun menyebutnya dengan "bernstein" yg berarti "burnstone".

bermula dari keluarnya getah pohon yg menebal, biasanya dr pohon pinus yg akhirnya mengering. paling tidak getah ini harus berumur 1 juta tahun baru bisa disebut Amber. jika getah ini belum mencapai umur tersebut maka dia hanya bisa disebut Copal atau "Amber yg belum matang"  (immature). copal lebih lunak dari Amber dan akan meleleh di temperatur yg lebih rendah.

kekerasan Amber terletak di 2 dan 2,5 Moh Scale. jarak transparansi-nya di "transparent" ke "opaque" dan Amorphous (tdk berbentuk), tidak mempunyai kristal struktur, tidak punya "phenomena" (fenomena), tidak punya "cleavage" (garis belah), dan "polish luster" nya "resinous" seperti plastik sampai "vitreous" seperti kaca.

Amber terkenal karena inklusinya, biasanya inklusi amber adalah serangga. getah pohon yg mengering ini dapat menjadi jebakan bagi semut, lebah, rayap, dan serangga lainnya. bunga, daun daunan, dan ranting pinus juga biasa ditemukan didalam Amber. harga Amber pun akan berlipat ganda jika inklusi nya adalah serangga yg lebih besar seperti kalajengking, katak, dan kadal. dan akan lebih baik bila keadaan serangga tersebut dalam keadaan yg sempurna. Amber tanpa inklusi hanya berharga disekitaran beberapa dollar saja, sedangkan yang ber-inklusi serangga maka harganya bisa mencapai ribuan dollar.

Daerah pantai baltik di eropa adalah konsentrasi terbesar sampai saat ini, seperti Denmark, Germany, Lithuania, Polandia, dan Rusia. Amber memiliki berat jenis (SG) yg rendah sehingga membuat Amber bisa dengan mudah mengapung di air garam (air asin). jadi ketika cuaca dan erosi "memindahkan" Amber dari tempat lahirnya ke tengah lautan, maka aksi ombak-lah yg membawa Amber itu kembali ke pantai pantai terdekat dimana manusia bisa menemukannya dengan mudah. namun tidak sedikit juga manusia yg menggali lubang lubang yg lebih dalam dipinggiran pantai pantai tsb. republik dominika adalah penghasil Amber terbesar kedua, namun penggalian di daerah ini masih bersifat tradisional sehingga hasilnya tdk mampu menandingi Amber pantai baltik.

 

 

masih teringat dengan film jurassic park yg terinspirasi dari batu Amber ini, dan tidak menutup kemungkinan bahwa di negara tercinta ini pun akan ditemukan konsentrasi yg cukup signifikan suatu saat nanti. Terima kasih

 

Mohammad Taslim G.G | find us @ http://www.facebook.com/grilab

Read More

Sejarah Zamrud (Emerald)

Emerald.jpg

Sejak ribuan tahun yg lalu manusia sudah mengagumi emerald meskipun ada permata yg berwarna hijau lainnya seperti tourmaline dan peridot, namun emerald sangat dikagumi karena keindahannya. bahkan pulau irlandia disebut pulau emerald, kota seattle di Amerika juga disebut kota emerald, bahkan di thailand ada sebuah ikon religius (arca) yg terbuat dari giok tapi tetap saja di kenal dgn “Emerald’s Budha”.

Sejarah memperkirakan bahwa kaum mesir (egypt) sudah menambang emerald sejak 3500 SM dan terdapat juga adanya bukti adanya aktifitas penambangan di eropa tengah sekitar tahun 500 SM sampai 400 M. konsentrasi penambangan terbesar pada masa itu adalah di Mesir (egypt) sampai abad ke 16, setelah akhirnya penjelajah spanyol menemukan pertambangan yg terbelangkai (oleh suku inca) di Amerika selatan di sebuah daerah yg disebut Colombia, dan sampai saat ini Colombia masih tetap sebagai negara penghasil emerald yg terbaik didunia.

 

Sampai hari ini, emerald adalah permata terbaik dr seluruh permata yg berwarna hijau, fakta bahwa Amerika serikat meng-import emerald dgn nilai yg lebih tinggi dari batu permata lainnya. bahkan beberapa emerald (kualitas terbaik) bisa menyamai bahkan melampaui harga berlian. di tahun 90 an sebuah emerald seberat 5.16 carat, berwarna “slightly bluish green”, terjual hampir dua kali dari nilai per-caratnya sebuah berlian seberat 5.04 carat,D-color, dgn tingkat kebersihan “Internally flawless”. emerald ini dinilai tinggi tentu dikarenakan keindahan warna hijaunya dan tingkat kebersihannya. Colombia adalah konsentrasi terbaik hingga saat ini, tambang tambangnya mampu menghasilkan seluruh tingkat (kelas) emerald. Muzo, Chivor, dan Coscuez mampu menghasilkan dan menyanggupi permintaan dunia akan kualitas emerald yg terbaik dan dalam jumlah yg cukup signifikan.

 

Colombia, Zambia, Brazil, dan Zimbabwe adalah negara negara yg menyuplai emerald dengan konsisten dan besar kuantitasnya untuk pangsa pasar internasional. Afghanistan, Australia, India, Madagaskar, Pakistan, Rusia, dan Tanzania tidak begitu konsisten sehingga tidak terlalu berpengaruh dalam pasar internasional.

 

reference by http://jessegemologist.wordpress.com/

Read More

Sphene

sphene.jpg

 Sphene, which is a either yellow, brown or green in gem quality mineral, is a very brilliant transparent stone with a resinous to adamantine lusture. It is named after a wedge-like shape of the monoclinic crystals, which are often twinned. The crystals are found in cavities in gneiss and granite, and also in such metamorphic rocks as schists and certain granular limestones. 

Cut sphenes are characterised by having a pronounced fire, hence for the best effect the stone are always facated in brilliant or mixed cut styles and never in the cabochon form. Sphenes are magnificent stones when freshly cut, but the low hardness of 5.5 on Moh's scale does not make the stone suitable for constant wear. 

Sphene is a silicate of titanium and calcuim (CaTiSiO5) and it is from the titanium content that the alternate name for the species, titanite, is derived. The latter name, however is more usually applied to the black or reddish-brown non-gem quality material. Some iron is always present in sphene and the rare-earth cerium and yttrium are commonly present. This trace of rare-earth impurity manifests itself in the absorption spectrum which generally shows, albeit weakly, the typical rare-earth spectrum of didymium.

The refraction of sphene is biaxial and positive in sign, the refractive indices varying from1.885 and 1.990 and 2.050 for the two major directions. The double refraction likewise varies from 0.105 to 0.135, and thus exceeds in amount many other gemstones, so that the doubling of the back facets will be observed with ease. The stones show strong trichroism, the colors for the principal directions being greenish-yellow, reddish-yellow and nearly colorless, but the exact shades depend on the color of the stone. The dispersion of sphene is 0.051, and greater than that of diamond. The density varies betwenn 3.52 and 3.54 and sphene , probably owing to the presence of iron, does not exhibit luminescence. The stones are brittle and also have a weak cleavage.

The major localities for gem sphene are at Schwarzenstein and Rotenkopf in the Zillerthal of the Austrian Tyrol, in the St. Gotthard and the Grisons in Switzerland, in Renfrew County, Ontario, Canada, in Madagascar, and a very fine cut stone of 22.26 carats, which had a density of 3.542, and was an orange-brown color came from the Burma Stone Tract. Both brown and green colored sphenes are found at El Alamo, Pino Solo and San Quintin in Baja California. Brazil is another source.

 

Source - GEMS - Their source, descriptions and identification. 3rd Edition - R. Webster

Read More

Aquamarine

aquamarine.jpg

The word aquamarine symbolizes the deep blue waters of the sea. Aqua means ‘water’ and marine means ‘of the sea’. The name obviously comes from the fact that all aquamarines are blue in color. The gem owes its name and popularity to the unique color that it has. This blue gemstone is the birthstone for the people born in the month of March and hence called as the March Birthstone.


The aquamarine rough was first mined in 1811 in Brazil. However, history has it that it has been used in jewelry much before this time. One of the first documented proofs of the use of aquamarine gemstones exists between 480 and 300 BC. This gem was used by the Greeks to make aquamarine jewelry. In the middle ages, people believed that this gem stone could magical overcome the effects of poison.

Pirates and sailors used small opaque and translucent aquamarine rocks and (some times good quality aquamarine crystals too) as amulets and believed that it would protect them from the raging sea and ensure a safe return. In some parts of the world the aquamarine birthstone is considered to be a symbol of eternal youth, joy and happiness.

The chemical formula for an aquamarine gem stone is beryllium aluminum silicate (3BeO Al2 O3 6 SiO2). Its specific gravity is 2.71 and refractive index ranges from 1.574 to 1.580. Its hardness on Mohs scale is between 7.5 and 8. It has a vitreous polish luster.Aquamarine gemstone is a  variety of the mineral group beryl.

Read More

Peridot

peridot-raw.jpg

A brief history

If some gemstone really has a really fascinating past, it is none other than Peridot, that has been serving in many various well-known civilizations and cultures for quite some time. Spiritual leaders and religious head used peridot for many different purposes and regarded the stone for its exceptional and inspiring healing powers. Peridot used to be mined even in the days way back 1500 BC as some descriptions about this gemstones have been found on pre-historic den's walls. Though the mention of this gemstone has been done in many different manuscripts of old civilizations, in ancient Egypt we find a lot of tales related to this stones. Many people believe that Cleopatra’s well-known emeralds were actually peridots , but they were reckoned emeralds at that time.

It is true that history of peridot is quite different from almost all well-known gemstones. Aside from diamonds and peridots, almost all well known gemstones form in the crust of the earth and that is the thing which makes these stones quite different from others. Peridot and diamonds are two of those gemstones that form much deeper in the earth and  come up because of volcanic or tectonic activity.

In ancient world, Topazos Island was the main source of peridot, the stone was also abundantly found at St. John’s Island in the Egyptian Red Sea. The mention of this stone is also found in the history of Pliny.

In Zabargad this stone has been ceaselessly mined for more than 3500 years, but it is also interesting to note that exact location of that island was rediscovered in 1905 after quite a long, long time. This small island remains under fog throughout the year.

But after the Second World War, mining came to an end on this island. These days there are five sources where this gemstone is mined. Fine quality are found in Burma, Pakistan and Afghanistan. This stone is also mined in New Mexico and Arizona, but the stone is not the same exceptional quality, as it is Pakistan or some other places.

The stone has somewhat an everlasting mystical reputation and is being used as talisman for quite some time. Its magical powers are used to ward off anxiety, and men become more articulate. It is also believed that the stone proves quite effective to promote success in marriage and relationships.
 
 source : Gemology News & Forum
 
lily pad halo in Peridot
 Lily-pad halo and doubling in Peridot
 
 
 

Read More

Tsavorite

Tsavorite.jpg

Although Tsavorite garnet somewhat resembles demantoid garnet in color, the inclusions are so completely different that no doubt should ever arise when distinguishing the two. ....

Read More