GRILAB.

"We Tell You The Truth"

Adam Harits dari GRI Laboratorium: Ahli dalam Menilai Batu Asli dan Sintetik

Adam Harits, Co-Founder GRI Laboratorium, menjadi pionir dalam menetapkan standar keaslian batu mulia di Indonesia. Dalam dunia yang sering kali membingungkan antara batu asli dan sintetik, keahliannya menjadi rujukan yang mungkin sangat Anda butuhkan.

Dengan latar belakang pendidikan gemologi dari GIA Bangkok dan pengalaman, Adam telah menilai lebih dari 100.000 batu permata dan menjadi mentor bagi banyak ahli gemologi baru.

Keahliannya tidak hanya membantu para pembeli dan penjual, tetapi juga memberikan keamanan bagi para kolektor dan desainer perhiasan yang menjunjung keaslian dan kualitas batu mulia. 

Mengenal Pekerjaan Adam Harits sebagai Gemologist

Gemologi adalah ilmu yang mempelajari batu permata dan mineral berharga lainnya. Cabang ilmu ini sangat spesifik dan memerlukan keahlian khusus dalam menilai, mengidentifikasi, dan memahami sifat fisik dan optik dari berbagai jenis batu mulia. 

Gemologi mencakup segala sesuatu mulai dari identifikasi mineral hingga analisis inklusi, kepadatan, dan indeks bias cahaya. Sementara itu, gemologist adalah ahli yang telah menerima sertifikasi dan lulus uji untuk menilai batu dan mineral berharga ini.

Mereka menggunakan berbagai alat dan metode, termasuk mikroskop, spektroskop, dan alat tes lainnya untuk menentukan keaslian dan kualitas batu. Ini dilakukan agar mereka dapat memberikan analisis yang akurat dan mendalam.

Mengapa Anda Perlu Tahu Perbedaan Batu Asli dan Sintetik?

Batu permata adalah komoditas yang sangat dihargai nilainya, tetapi sayangnya, banyak batu sintetik mengaku asli beredar di pasaran. Bukannya ingin mengurangi value batu sintetik, namun tak jarang beberapa penjual yang memberikan klaim menyesatkan.

Terlabih lagi, batu sintetik sering kali sulit dibedakan dari batu asli atau natural. Makanya, Anda perlu mengetahui karakteristik dari batu ini, agar bisa lebih yakin dalam menyelesaikan transaksi dan menghindari kerugian finansial atau emosional.

Tips dari Adam GRI Laboratorium untuk Mengidentifikasi Batu Asli dan Sintetik

Risiko mendapatkan batu sintetik itu selalu ada. Adam Harits menekankan beberapa langkah spesifik untuk membantu Anda mengidentifikasi karakteristik batu sintetik. 

Salah satunya dengan memeriksa indeks bias cahaya menggunakan alat refraktometer. Indeks bias pada batu asli biasanya lebih tinggi dan konsisten, sedangkan pada batu sintetik bisa bervariasi.

Selanjutnya, Adam menyarankan untuk memeriksa berat jenis batu menggunakan alat hydrostatic balance. Batu asli biasanya memiliki berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan batu sintetik. Jika berat jenisnya rendah, ini bisa menjadi tanda bahwa batu tersebut sintetik.

Ketua ahli gemologi dari GRI Laboratory ini juga menyarankan untuk memeriksa inklusi batu menggunakan mikroskop gemologi. Batu asli memiliki inklusi alami seperti serat mineral atau gelembung gas, sedangkan batu sintetik biasanya memiliki inklusi yang terlihat 'sempurna' atau terlalu rapi.

Keempat, perhatikan warna batu di bawah berbagai jenis cahaya. Batu asli akan menunjukkan variasi warna yang alami, sedangkan batu sintetik biasanya memiliki warna yang lebih seragam dan kurang alami.

Terakhir, jika memungkinkan, lakukan tes spektroskopi. Tes ini akan menunjukkan spektrum cahaya yang diserap oleh batu. Ini bisa menjadi indikator kuat apakah batu tersebut asli atau sintetik.

Itu dia tips yang disarankan oleh Adam Harits. Pastikan Anda memahami betul setiap karakteristik dari batu permata yang dipunya, untuk menghindari penipuan dan memastikan bahwa investasi dan koleksi batu mulia Anda benar sesuai dengan harganya.

Ingin memastikan keaslian batu mulia Anda tanpa hambatan? Jangan ragu untuk mengunjungi website Grilab. Dapatkan sertifikasi dan analisis mendalam dari tim ahli gemologi terpercaya. Kunjungi link ini untuk informasi lebih lanjut.

Baca artikel blog terbaru jika Anda tertarik untuk tahu lebih banyak mengenai GRI Berlian Lab dan detail layanan yang tersedia.